Open top menu
Jumat, 04 April 2014
MIXED USED DEVELOPMENT MENENGAH DI LOKASI STRATEGIS BINTARO


bintaro icon

Bintaro Icon

Semua orang sepakat bahwa dewasa ini sangat sulit sekali mendapatkan hunian di Jakarta dengan harga terjangkau dan lokasi strategis yang sarat fasilitas. Namun tak perlu khawatir, PT Gapura Kencana Abadi (GKA Land) siap menjawab kebutuhan ini dengan rencana pengembangan Apartemen Bintaro Icon.

Kok bisa? Tentu saja, sebab apartemen yang akan dibangun di atas area seluas 1,3 hektare tersebut menawarkan harga perdana pada saat launching tower Amethyst dengan harga mulai Rp200 jutaan per unit. Padahal, lokasinya cukup strategis, berada di sektor 7, kawasan Bintaro - Jakarta Selatan. Selain itu, akses menuju Bintaro Icon pun cukup mudah karena dekat dengan Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Bintaro Icon yang dikembangkan melalui anak usaha PT Prima Bintaro Royale merupakan proyek afiliasi yang menawarkan konsep hunian terpadu (mixed use) di wilayah Bintaro. Proyek ini menawarkan dua menara kondominium, mansion, apartemen servis, yang masing-masing berketinggian 16 lantai, unit-unit rumah bandar, dan area komersial. Untuk konstruksinya menelan investasi sebesar Rp200 miliar. Unit apartemen yang menyasar segmen menengah ini ditawarkan mulai 21,7 meter persegi (m2) hingga 52 m2 dengan tipe studio sampai dua kamar tidur.

Layaknya hunian bertingkat yang menyasar segmen premium, Apartemen Bintaro Icon juga dilengkapi dengan fasilitas seperti swimming pool dengan panjang 100 m dan water feature yang terpanjang dan paling menarik dikawasan Bintaro. selain itu Bintaro icon juga memiliki fasilitas menarik I walk entertainment yang dilengkapi dengan cafe, resto, supermarket, retail centre dan banyak fasilitas lainnya yang tidak dimiliki hunian lainnya. 

Bahkan untuk menambah kenyamanan para penghuninya, pengelola apartemen menerapkan sistem manajemen keamanan 24 jam yang dilengkapi CCTV dan smart acces card.Fasilitas pendukung Bintaro Icon terbilang cukup lengkap dan ekslusif, seperti sarana pendidikan dan kesehatan bertaraf internasional, pusat belanja serta cafe dan resto. Tersedia sarana pendidikikan seperti Bristish International School, Japanese International School, Global Jaya, Al Azhar Sektor 4, dan BPK Penabur. Untuk sarana kesehatan terdapat Premiere Bintaro dan RS. Internasional Bintaro. Sedangkan pusat benja, Giant, Bintaro Plaza dan Lotte Mart serta cafe resto, Starbuck dan Telaga Sampireun. Adapun business center mencakup CBD Bintaro dan Bintaro Bussines Centre.

CEO GKA Land, Dedi Setiadi mengatakan Bintaro Icon dirancang dengan design and architecture kelas dunia, yang memadukan unsur modern dan kemewahan. Sehingga bangunan gedung terlihat lebih megah. Kondisi ini tentu menawarkan tingkat hunian tinggi dan nilai investasi yang berlipat. 

“Hanya dengan NUP (nomor urut penjualan) sejumlah Rp5 juta, calon pembeli akan mendapatkan kesempatan bebas memilih unit apartemen sesuai keinginan. NUP tidak beresiko dan apabila batal, garansi uang akan dikembalikan 100 persen,” ungkapnya berpromosi.

Kesempatan transaksi bebas memilih yang ditawarkan tim marketing GKA Land terbukti sukses pada penjualan Tower 1, Amethyst. Selanjutnya pada Oktober 2013, sudah mulai di-launch untuk Tower Chrysant dengan nilai reservasi NUP yang sama, sebesar Rp5 juta rupiah (fully refundable dengan kondisi apapun). Harga jual unit yang ditawarkan saat ini masih di bawah Rp500 juta untuk ukuran terkecil dengan status kepemilikan unit adalah hak milik. 

Seperti diketahui, Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten bakal tumbuh lebih cepat dibandingkan kawasan lain di selatan Jakarta. Hal ini ditandai dengan maraknya beragam proyek properti terpadu (mixed use). Memang, di selatan Jakarta tumbuh berbagai pengembangan properti, seperti Cibubur dan Depok. Namun kawasan Bintaro akan lebih cepat perkembangannya. 

Bintaro menjadi sasaran baru para pengembang besar karena kawasan seperti BSD, Serpong sudah berada di titik jenuh. Di samping itu, harga properti di kawasan tersebut sudah sangat tinggi, termasuk harga tanah yang menyamai Jakarta, sehingga pengembangan kawasan properti mulai bergeser ke wilayah Bintaro.
Pesatnya pertumbuhan properti di wilayah ini ditopang akses infrastruktur yang membaik, terutama akses jalan tol JORR. Sementara di Jakarta mencari lahan terbilang sulit. Oleh karenanya, pengembangan properti akan bergerak ke kawasan selatan. Dengan dukungan akses jalan tol, lokasi strategis di kawasan selatan Jakarta dan jalan tol JORR menjadikan Bintaro dan sekitarnya sebagai incaran para pengembang properti.

Setiap lokasi properti yang berdekatan dengan akses jalan tol, kenaikkannya rata-rata mencapai 40%. Properti, seperti residensial dan komersial di kawasan ini paling potensial untuk dikembangkan. “Kondisi ini jelas, akan mengangkat nilai investasi Bintaro Icon yang memang lokasinya berdekatan. Dengan demikian, tidak salah bila proyek yang kami tawarkan menjanjikan keuntungan besar, baik untuk kepentingan investasi maupun kegiatan bisnis lainnya,” tutup Dedi.
Read more
LOKASI UNGGUL DI JANTUNG KOTA BATAM


 Orchad Park Batam

Orchard Park Batam

Potensi pasar properti di sejumah daerah di Indonesia kini semakin menjanjikan.  Bahkan dalam dua tahun terakhir ekspansi pengembangan proyek properti ke luar Pulau Jawa banyak dilakukan beberapa developer, salah satunya Agung Podomoro Land yang merencanakan pengembangan sejumlah proyeknya di luar Jawa,  sebagai komitmen APL terhadap pembangunan Indonesia dimasa yang akan datang,  salah satunya kawasan hunian terpadu Orchard Park Batam.

Dipilihnya kota Batam sebagai lokasi ekspansi pengembangan proyek properti yang bernilai tinggi karena Batam telah berkembang sebagai kawasan perdagangan bebas ( free trade zone, apalagi Batam sangat dekat dengan Singapura yang dikenal sebagai kota bisnis tersibuk di dunia, tentunya membuat Batam terus berkembang sebagai kota bisnis dan industri. Apalagi AFTA (ASEAN Free Trade Area) akan segera dicanangkan pada tahun 2015, yang akan membuat Batam menjadi pintu gerbang perdagangan global ke Indonesia. Disini kejelian Agung Podomoro Land Tbk (APL) dalam membaca ceruk pasar yang besar ini, pada saat yang tepat dengan potensi yang sangat menjanjikan APL mengembangkan proyek perumahan  prestisius Orchard Park Batam. Dibawah bendera PT Dimas Pratama Indah,  Orchard Park Batam menjadi proyek properti teranyar APL.

Chief Marketing Officer PT Dimas Pratama Indah, Agung Wirajaya mengungkapkan, Batam memiliki pertumbuhan ekonomi 7 % yang lebih tinggi di bandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang rata-rata hanya 6 %  dan  jaraknya juga dekat dengan Singapura.

“Inilah yang menarik dari Orchad Park Batam karena lokasinya berbatasan dengan negara Singapura yang dapat ditempuh kurang dari satu jam dari pelabuhan feri International Batam Centre,” ujar Agung.
Dengan menempati area seluas 42 hektare, Orchard Park Batam akan memiliki hunian rumah tapak sebanyak  ± 1.200 unit. Unit-unit yang ditawarkan Orchard Park ini yaitu terdiri dari beberapa tipe hunian diantaranya, Tipe 6 dengan luas 55 m2, tipe 7 (66 m2, 1 Lt), tipe 7 (112 m, 2 Lt), tipe 8 (125 m, 2 lt ) tipe 8 (130 m, 2 Lt) dan tipe 10 (170 m, 2 Lt) Serta area komersial yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti  area kuliner (Orchard Arcadia), taman bermain anak-anak, kolam renang ukuran olimpiade, fitness center, club house, collective  garden, sistem kabel bawah tanah dan pencahayaan dengan panel surya dan lain-lain.
Dijelaskan Agung, di area komersial ini ada shop house yang bentuknya seperti ruko  dan akan menjadi tempat bisnis. Selain itu ada juga komersial area yang sifatnya seperti tempat resto dan cafe  life style sebagai tempat hang out dan tempat meeting point.

“Jadi dengan konsep hunian terpadu ini, orang yang tinggal di Orchad Park ini, semua kelengkapan dari kebutuhan harian untuk tinggal sudah ada disana dengan komersial area yang sudah dipersiapkan. Tentunya juga ada fasilitas seperti jogging track, kolam renang. Selain itu juga ada collective  garden, yang merupakan taman bersama yang hanya bisa di nikmati oleh beberapa rumah saja,” ujar Agung.

Diakui Agung, bahwa Kota Batam memiliki temperatur udara yang cukup panas, karena lokasinya yang dekat dengan laut. Oleh sebab itu Orchad Park ini  dikembangkan  sebagai hunian di kawasan hijau dengan konsep “One Stop Green Living” . Untuk memenuhi kebutuhan green living ini, lebih 40 % lahannya akan digunakan sebagai area hijau.

Sebagai wujud kepedulian terhadap kawasan yang hijau, pengembangan kawasan hunian terpadu, pengembang tidak saja sekedar membangun dan menjual rumah kemudian selesai. Namun, ketika unit-unit hunian sudah diserah terimakan pada pembeli,  pengembang akan terus melakukan maintenance melalui estate management yang dibentuk perusahaan . “Di Orchard Park ini nantinya akan ada estate management yang akan mengelola dan memelihara. Sehingga dengan dikelola dan dipelihara dengan baik, tentunya nilai properti itu akan naik terus,” ungkap Agung.

Lebih jauh Agung menjelaskan Orchard Park Batam yang berada di lokasi sangat strategis ini akan sangat menguntungkan bagi calon konsumen, hal ini bisa terlihat dari jarak tempuh Orchad Park Batam menuju pusat bisnis maupun pusat keramaian di Kota Batam. “Misalnya dari Orchad Park ke Mega Malll Center Batam hanya lima menit, dari  Orchard  Park ke pelabuhan feri internasional Batam Center, juga hanya lima menit. Bahkan hanya menempuh waktu 15 menit untuk mencapai pelabuhan udara Hang Nadim. “Jadi Orchard Park Batam ini benar-benar berada di Jantungnya Kota Batam, sehingga dekat kemana-mana,” papar Agung.

Di sekitar lokasi tersebut juga terdapat lima kawasan industri dengan ratusan perusahaan modal asing dan ribuan pekerja asing. Hampir 60 %  industri yang ada di batam, PMA nya dari Singapura, kemudian 50 % dari ekspor kita khususnya dari Batam di ekspor kembali   ke Singapura.   “Jadi banyak dari PMA tersebut yang sudah memiliki dan mengelola kantor industri di Batam,  dari  kantor pusatnya di Singapura. Sedangkan, yang ditempatkan di Batam akan  datang dan tinggal  di Batam bersama keluarganya,  sehingga membutuhkan rumah yang layak sesuai standard mereka.

Di Batam ini banyak sekali ekspatriat, baik dari Singapura maupun Mallaysia. Apalagi melihat orang Singapura yang sudah terbiasa tinggal di flat. Di Orchad Park Batam ini mereka bisa tinggal di rumah yang bisa mengakomodir kebutuhan mereka dengan ruang terbuka yang lebih besar.

Sehingga dipastikan Orchard Park Batam memiliki nilai investasi tinggi karena harga pasar sewa nya yang luas dan meningkatnya kebutuhan akan hunian yang nyaman. “dengan begitu kesempatan untuk menyewakan Orchard Park kepada ekspatriat ini tinggi sekali,”ungkap Agung.

Tedi Guswana, Marketing Manager Orchard Park Batam, menambahkan, untuk hunian rumah tapak, rencananya akan dibangun 5 cluster di mana masing-masing cluster terdapat sekitar 250 unit.
Tipe-tipe yang telah dipasarkan pada pertengahan Desember 2013, yakni tipe Livia dan Carpio dengan lebar 6,  tipe Myrina lebar 7, tipe Photuris lebar 7, tipe Flammea lebar 7 tipe Chimaera lebar 8, Aquilla lebar 10,  serta tipe Paradisea yang memiliki lebar 8 namun dilengkapi dengan collective  garden dibelakang rumahnya.
“Untuk harganya sendiri, mulai dari Rp 700 juta/unit. Sedangkan  untuk tipe yang paling besar di cluster lainnya akan ditawarkan dengan harga Rp 2,5 miliar/unit,” ujar Tedi sambil menjelaskan bahwa saat ini progress dilapangan sedang dalam pengerjaan infrastruktur jalan dan pembangunan gerbang serta rumah contoh. (Syahrul)
Read more
OFFICE TOWE 2 CIPUTRA WORD 1 JAKARTA

Ciputra World Jakarta

Terus Diburu karena Menguntungkan

Ditengah tren menurunnya pasar properti saat ini. Terutama untuk sektor perkantoran, tentunya akan  mengkoreksi perencanaan pengembang dalam membangun proyeknya. Nampaknya hal ini tidak berlaku bagi proyek perkantoran yang dikembangkan dikawasan prime Jakarta, seperti halnya Office Tower 2 Mega Superblok Ciputra World 1 Jakarta yang tetap diburu walau ditawarkan dengan harga cukup tinggi.

Office Tower 2 yang direncanakan akan dikembangkan terintegrasi langsung dengan Mega Superblok Ciputra World 1Jakarta, proyek perkantoran ini akan dibangun setinggi 47 lantai di area Ciputra World 1 Jakarta, Jl. Prof. Dr. Satrio kav. 3-5, Jakarta Selatan, yang merupakan salah satu perkantoran yang paling representatif untuk mewujudkan perkembangan dan kemajuan investasi di berbagai bidang.
Diketahui bersama, Ciputra World Jakarta dikembangkan di area land bank seluas 15 hektar oleh PT Ciputra Property, Tbk terbilang langka dan bahkan menjadi salah satu Integrated Superblock at Golden Triangle Central Business District (CBD) terbesar di Indonesia. Visi besarnya adalah mengembangkan Jl. Prof. Dr. Satrio, Kuningan – Jakarta Selatan menjadi kawasan financial, shopping and art district layaknya Orchard Road di Singapura.

Pembangunan Ciputra World Jakarta akan terdiri dari tiga bagian. Selain pusat perbelanjaan, masing-masing dari superblock ini juga menawarkan kantor dan hunian dengan konsep mixed-use. Dimulai dari Ciputra World 1 Jakarta, di area seluas 5,5 hektar yang mencakup pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, perkantoran, museum seni dan auditorium dengan kapasitas penonton sebanyak 1200 orang.

LOTTE Shopping Avenue, pusat perbelanjaan yang merupakan bagian dari kompleks superblok Ciputra World 1 Jakarta, memiliki luas bangunan 130.000 meter persegi, salah satu yang terbesar di Jakarta. Selain itu, tersedia trotoar selebar 10 meter dan direncanakan untuk membangun terowongan bawah tanah sebagai akses dari Ciputra World Jakarta 1 dan 3.

Sementara hotel yang diberi nama Raffles Hotel, menyediakan sebanyak 174 kamar dan 136 unit  Apartemen myHome, 170 unit Ascott Serviced Apartements, serta 88 unit Apartemen Raffles Residences Jakarta yang didesain mewah. gedung perkantoran Trade A, DBS Bank Tower dengan luas bangunan 73.000 m2  dan Office Tower 2 yang akan dibangun dengan bangunan seluas 92.000 m2.
Di awal 2012 pengembang PT Ciputra Property, Tbk., memulai pembangunan Ciputra World 2 Jakarta. Proyek yang terdiri dari The Orchard Satrio, The Residence and Fraser Suites Serviced Apartements, Office Tower, dan W Hotel Jakarta mengambil area seluas 3,1 hektar. Kemudian di tahap ketiga, akan dibangun pula Ciputra World 3 Jakarta. Dengan demikian, lahan seluas 15 hektar akan dapat terbangun sekitar 15 gedung bertingkat.

Direktur PT Ciputra Property, Tbk Rudi Hartono optimistis dengan berbagai fasilitas pendukung dan keunggulan lain yang ditawarkan tersebut akan mendongkrak pasar Office Tower tahap kedua di area Ciputra World 1 Jakarta. Meskipun sebagian kalangan menganggap, ketersediaan produk properti perkantoran di Jakarta sudah masuk dalam kategori over supply.  
 
Secara spesifik Office Tower 2 yang dibangun di area seluas 92.000 m2 ini memiliki banyak keunggulan dibanding perkantoran lain. Diantaranya, desain lantai dengan raised floor untuk instalasi kabel bawah lantai. Desain seperti ini dapat memudahkan setiap tenant dalam me-layout ruangan dan mempercepat waktu fitting out. 

Untuk memudahkan mobilitas, lift yang digunakan tergolong high speed dengan teknologi yang sangat mendukung pergerakan aktivitas para pebisnis di Office Tower 2 yang cukup tinggi.   
Tampilan setiap lantai perkantoran tampak mewah. Misalnya lantai lobby yang memakai stone, marbel atau granit dengan sentuhan desain yang sarat keunikan dan nilai seni tinggi.

Dijelaskan Rudi, untuk menjaga tingkat kepuasan yang tinggi bagi penyewa maupun pemilik ruang perkantoran, kualitas dan pengelolaan yang baik dari gedung Office sangatlah diperhatikan. “Oleh karena itu hanya sekitar 30% yang dijual strata. Sementara sisanya sebanyak 70 persen akan disewakan dengan harga yang cukup kompetitif.” papar Rudi

Dewasa ini, harga sewa perkantoran sudah mencapai sekitar Rp. 400 ribu per meter persegi per bulan. Ke depan, harga sewa perkantoran dipastikan semakin tinggi seiring meningkatnya kebutuhan terhadap ruang perkantoran.Office Tower 2 telah terjual sekitar 40% dari unit yang ditawarkan dengan harga berkisar Rp 50 - 55  juta per m2 diluar PPN. Adanya rencana mass rapid transit (MRT) dan Monorail menjadi daya tarik tersendiri bagi pebisnis untuk beralih mencari office di CBD, dibanding area lain (non CBD).

Ditambahkan Rudi, dari sisi investasi, pemilihan lokasi kantor di CBD area jelas sangat menguntungkan karena harga jual yang terus meningkat. Buktinya, harga Office Tower 1 pada saat penawaran perdana di tahun 2012, hanya sekitar Rp32 juta per m2 persegi diluar PPN 10 %. Tapi saat ini, harganya sudah sekitar Rp 50 juta per m2 persegi. Begitu juga untuk sewa, sekarang harganya sudah sekitar USD40 per meter persegi.

“Dengan demikian, membeli unit Office Tower 2 merupakan investasi yang sangat menguntungkan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera miliki unit Office Tower 2 dikarenakan terbatasnya unit yang dijual dan nikmati nilai investasi yang menarik,” ujar Rudi menutup pembicaraan.
Read more
PERBANKAN TERBAIK UNTUK TOP PROPERTI



Dalam lima tahun terakhir bisnis dan industri properti di Indonesia tumbuh luar biasa mulai dari perumahan (housing estate), apartemen, mixed use (mall, apartemen, perkantoran, ruko) hingga township (pengelolaan kota mandiri). Ini tak lepas dari peran besar sektor perbankan melalui penggelontoran kreditnya dalam menopang kinerja industri properti.

Kemudian, kedua sektor ini saling mengikat komitmen untuk terus berupaya memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat akan produk properti. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), backlog atau kekurangan pasokan perumahan di Indonesia pada 2010 mencapai 13,6 juta, diperkirakan akan bertambah menjadi sekitar 15 juta pada 2014.

Tingginya minat masyarakat dan investor terhadap produk properti Tanah Air memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Alhasil, sektor terkait pun turut merasakan dampak positif dari pesatnya perkembangan properti nasional, termasuk sektor perbankan.

Lihat saja, pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sejumlah bank nasional rata-rata meningkat di atas 18 persen per tahun. Misalnya, KPR BCA tumbuh 30 persen menjadi Rp52,5 triliun pada kuartal III-2013. Begitu juga KPR Bank Mandiri, yang mencapai Rp27,35 triliun di September 2013 atau tumbuh 30,78 persen dibandingkan September 2012, sebesar Rp20,91 triliun.

Bank BTN, sebagai pemimpin pasar di KPR dengan market share 86,12 persen juga tidak luput dari dampak positif pertumbuhan industri properti nasional. Dari total kredit yang disalurkan selama triwulan ketiga tahun 2013, mencapai sebesar Rp83,138 triliun. Sementara sisanya 13,88 persen atau Rp13,410 triliun dialokasikan untuk kredit non KPR.

Sementara Bank CIMB Niaga yang sempat dielu-elukan konsumen lantaran proses persetujuan KPR-nya relatif mudah dan cepat, telah menyalurkan kredit properti sebesar Rp21,78 triliun sepanjang semester I 2013. Nilai ini meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,63 triliun.

Sedangkan BRI dan Bank Danamon, yang relatif lebih muda dalam penyaluran kredit ke sektor properti dibanding bank lainnya telah mengucurkan kredit masing-masing sebesar Rp9,9 triliun dan Rp5 triliun, naik sekitar 18 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kinerja kredit pemilikan rumah cukup fantastik dialami Bank BJB. Meskipun pertumbuhan KPR Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ini dari sisi jumlah masih kecil, namun secara nominal cukup besar. Hingga triwulan III 2013, kredit di sektor ini tercatat tumbuh 188,7 persen (year on year) atau sebesar Rp3,5 triliun.

Menariknya, kendati Bank Sentral (BI) melakukan pengetatan dengan sejumlah aturan cukup memberatkan, seperti kebijakan loan to value (LTV) yang membatasi uang muka minimum 30 persen disusul larangan KPR inden bagi rumah kedua dan ketiga, tetapi kalangan perbankan tetap optimistis kredit sektor properti di tahun 2014 tetap akan tumbuh. Meskipun pertumbuhannya cenderung melambat dibanding 2013.

Direktur Utama BTN, Maryono menyatakan tahun 2014, BTN akan dapat mempertahankan market share dalam menyalurkan KPR bersubsidi, yang sebesar 94 persen di sepanjang tahun 2013. Untuk tahun 2014, ia menyatakan optimis penyaluran KPR BTN secara total akan dapat tumbuh sebesar 18 persen.

Optimisme yang sama diungkapkan Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja. Karena itu ia mendukung aturan BI soal batas minimum uang muka (DP/down payment) KPR. Aturan tersebut dimaksudkan untuk menahan laju peningkatan harga properti yang cukup tajam terjadi di Dalam Negeri. Hal ini sangat tepat untuk meningkatkan kehati-hatian penyaluran KPR.
Read more
Yang Muda Yang Berjaya

Yang Muda Yang Berjaya

Ceruk pasar properti yang menggairahkan tak pelak membuat banyak pengembang muda tersihir masuk menekuninya. Termasuk beberapa pemain muda yang kemudian akhirnya berjaya.

Bahama Grup
Usia Grup Bahama memang masih belia. Portofolio properti yang dikembangkan pun masih belasan.  Akan tetapi, ia terus unjuk gigi. Adalah Reddy Hartadji, sosok di balik bisnisnya yang subur. Supremasi Grup Bahama ia mulai pada 2004 silam. Properti pertamanya adalah Botani Square, mixed use project pertama di Bogor yang merangkum Botani Malll, IPB International Convention Center dan Hotel Santika. Disusul kemudian Cemara Residences sebanyak 24 unit di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dan 3 proyek private villa di sejumlah lokasi di Bali. Belakangan ia banyak membangun apartemen seperti  Pejaten Park, Menteng Square dan Sentosa.

Gapura Prima Grup
Sejatinya ia sudah 30 tahun lebih merambah usaha properti dalam pengembangan proyek properti baik dari rumah sederhana , real estate, commercial , hotel maupun mixed used project di Indonesia.
Tetapi di bawah Rudi Margono grup ini terus melahirkan karya-karya baru. Sampai saat ini Gapura Prima Group telah membangun lebih dari 30 project yang tersebar di pulau jawa dan bali dan akan terus mengembangkan sayapnya hingga ke seluruh Indonesia. Belakangan bersama partnernya Rudy fokus membangun sejumlah kondotel dan superblock baru. (Baca selengkapnya…)

Prioritas Land Indonesia
Kesuksesan Ciputra mengembangkan imperium bisnis propertinya telah menginspirasi banyak anak muda di Indonesia. Salah satunya, duet Marcellus Chandra dan Victor Irawan. Namun, berbeda dari kebanyakan pengagum Ciputra, Marcell yang juga putra salah satu pengusaha properti di Surabaya itu sekaligus berupaya merealisasikan ambisinya.
Rekam jejak Marcellus dan Victor yang cemerlang pun terlihat. Meski perusahaan propertinya, PT Prioritas Land Indonesia, baru seumur jagung, mereka sudah merilis dua proyek properti papan atas dan laku keras. Proyek pertama pemuda kelahiran tahun 1979 itu adalah Majestic Point Villas Bali yang dibangun pada 2011. Sebanyak 50 vila mewah di kawasan Teluk Benoa, Bali itu meski dijual seharga Rp 2-3 miliar per unit, laris dalam satu hari pameran saja. Belakangan mereka sukses menggebrak pasar apartemen di Serpong dan Bekasi yang juga laris dalam waktu singkat. (Baca Selengkapnya…)

Progress Grup
Grup ini berdiri sejak 1978 di New South Wales, Australia di kota Wollongong dan di kawasan pusat bisnis Sydney (Sydney Central Business District) dengan berupa gedung Apartemen dan Kantor. Mulai tahun 1980 Progress Group mengembangkan usahanya di Indonesia, dengan membangun perumahan eksklusif Sunter Paradise di Jakarta Utara. Sedangkan di akhir tahun 1990, Progress Group memperluas pengembangan bisnis propertinya di Tangerang Selatan dengan mendirikan perumahan Serpong City Paradise.

AKRLand
Nama pengembang lainnya yang juga unjuk gigi adalah AKR Land Development. Sedikitnya saat ini mereka membangun di enam lokasi. Pertama ada di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sana merupakan lokasi kantor pusat AKR Land yaitu Wisma AKR dan disebelahnya dibangun sebuah mega proyek senilai Rp 3,5 triliun yakni “Gallery West”, CBD baru yang terdiri dari office dengan unit total 200-an unit, residential 300-an unit dan Hotel Aloft yang memiliki  140 kamar. Mulai dibangun pada 2013, ditargetkan serentak selesai pada akhir Desember 2015.

AKR Land juga memiliki Hotel Novotel Manado Golf Resort & Convention Center dan malll di wilayah Grand Kawanua International City di Manado, Sulawesi Utara. Di lokasi yang sama, ada juga perumahan Casa de Viola. Dengan harga jual terjangkau Rp400jutaan, konsepnya sangat menarik yakni satu-satunya perumahan di Manado yang punya pemandangan lapangan golf.

Graha Rayhan Triputra
Berawal kiprahnya di kota rendang Sumatera Barat, Bally Saputra adalah penggebrak pembangunan rumah mewah di Kota Padang. Perumahan Ki Mangunsarkoro adalah perumahan menengah atas pertama yang ada di MInangkabau dan terbilang laku bak kacang goreng, sejak itu pula sejumlah pengembang di Sumatera Barat melirik peluang pengembangan perumahan menengah model itu.

KIni lewat bendera Graha Rayhan Triputra, Bally Saputra mencoba keberuntungan dan tangan dinginnya merambah sejumlah di Indonesia. Di Jakarta saat ini Bally tengah mengkebut penyelesaian pembangunan dan serah terima Apartement for Rakyat Pancoran River Side dan beberapa waktu lalu mengakusisi Kondominium Sudirman View Tangerang yang sempat terhenti pembangunannya. Kendati terbilang sukses di Jakarta, Bally tidak melupakan Sumatera Barat yang ikut membesarkannya, melalui anak perusahaan sebagai operator hotel Bally Suite, Bally mengembangkan Bukitinggi Kondotel di Koto Baru Bukitinggi.
Read more
Top 100 Properti, Perbankan dan Industri Terkait

Trust is branding

Merek bagi industri properti, perbankan serta industri jasa terkait lainnya, brand memang nomor wahid. Tapi yang jadi ukuran tetap saja kepercayaan. Untuk sukses dipasaran jagat bisnis ini, kepercayaan adalah branding.

Jangan salah sangka. Judul di atas  bukan salah tulis dan juga bukan paham baru dalam ilmu marketing atau komunikasi.  Dalam industri properti, perbankan, bahan bangunan serta jasa properti lainnya,  kepercayaan adalah “segalanya” agar tetap bisa bertahan dalam situasi persaingan saat ini. Kepercayaan inilah yang akan menjadi branding utama selain nama besar dan sebuah merek/brand.

Pengembang, perbankan, produsen bahan bangunan serta jasa lainnya harus mampu menjaga kepercayaan untuk bisa bertahan hidup serta terus berkembang.  Berbeda dengan industri lain yang bisa mengukur keberhasilan penjualan dengan kekuatan merek saja, maka tidak begitu halnya properti, perbankan, bahan bangunan serta industri terkait lainnya. Kepercayaan adalah brand itu sendiri. Kepercayaan inilah yang sangat dijaga untuk mempertahankan konsumen/nasabah yang telah ada dan  terus menggarap potensi pasar baru. Jika tidak, siap-siap saja konsumen akan beralih ke perusahaan lain.

Dalam sebuah proyek properti, isu keterlambatan progres pembangunan atau kesalahan lainnya bisa berdampak langsung pada penjualan. Sedikit saja isu sebuah proyek apartemen mangkrak atau tersendat progresnya, bisa-bisa konsumen yang sudah bayar DP bakalan batal. Begitu juga halnya dengan bank. Isu kurang sedap sedikit saja bisa membuat bank di rush nasabahnya. Jangan heran ada berita manajemen puncak sebuah bank mengganti dana nasabah yang sempat disalahgunakan oleh orang dalam seperti kasus sebuah bank asing dan Bank BUMN.
top 100

Begitu juga dengan produk bahan bangunan atau jasa properti lainnya semisal konsultan atau agen. Kepercayaan konsumen kepada sebuah merek bahan bangunan bisa hilang hanya mendengar isu susahnya mencari merek tersebut di pasar. Konsultan atau agen properti yang bekerja  tidak profesional pasti tidak akan bermur panjang, karena ditinggalkan masyarakat karena kehilangan kepercayaan. 

Tidak heran kepercayaan menjadi urutan pertama dalam paham merek dan pelayanan pelanggan bagi pengembang, perbankan, bahan bangunan serta jasa terkait properti lainnya. Upaya mempertahankan kepercayaan lebih efektif dibandingkan upaya lainnya. Menjaga kepercayaan sudah menjadi kewajiban utama  yang terus menerus di perhatikan. Ir.Ciputra dan Trihatma K Haliman misalnya, tetap berusaha melakukan koreksi konsep desain dan memantau langsung setiap properti yang mereka kembangkan. Menjaga kepercayaan buat beberapa pengembang papan atas yang kini sukses adalah sebuah keharusan bahkan mengalahkan brand perusahaan.

Itu pula yang dilakukan beberapa pengembang anyar dalam meluncurkan proyeknya. Sebut saja Prioritas Land yang juga berusaha meyakinkan konsumennya dengan progres pembangunan yang sesuai janji. Kepercayaan inilah yang ditawarkan ditambah konsep yang kuat untuk kembali memasarkan proyek baru mereka selanjutnya. Sebagian besar konsumen pertama yang sudah percaya, kembali membeli unit di proyek baru lainnya. Tanpa kepercayaan yang dibentuk sedemikian kuatnya, sulit bagi perusahaan properti, perbankan serta industri jasa terkait properti lainnya bisa berumur panjang. Trust is Branding!
Read more